IbM PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TAHU BERBASIS ENTREPRENEURSHIP

Agus Muliadi, Subagio Subagio

Abstract

Kekalik merupakan salah satu penghasil tahu terbesar di Kota Mataram. Selain produk utama yang diinginkan berupa tahu, industri tahu juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah cair, limbah padat basah, limbah padat kering dan limbah gas. Minimnya pengetahuan yang dimiliki kelompok pengrajin tahu Kekalik menjadi kendala dalam mengelola limbah produksi tahu secara baik. Pengolahan limbah cair tahu menjadi Nata de Soya dapat mengurangi pencemaran lingkungan atau permasalahan lingkungan. Program kemitraan ini diharapkan akan mampu membina pengrajin tahu untuk memproduksi Nata de Soya dan menghasilkan satu jenis minuman komersil yang berbahan Nata de Soya dan siap untuk dipasarkan dengan nilai ekonomi yang bersaing. Prosedur kerja dalam proses IbM ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu (1) Korodinasi mitra; (1) Persiapan alat dan bahan; (3) Penyuluhan; (4) Pelatihan dan pendampingan pembuatan Nata de Soya dan minuman kemasan. Peserta dilengkapi dengan VCD tutorial. Pelaksanaan IbM beserta luaran yang dihasilkan yaitu (1) Tim IbM telah menyiapkan alat, bahan dan lokasi pelatihan pembuatan Nata de Soya; (2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan Nata de Soya dan minuman kemasan telah dilaksanakan 4 kali dengan 15 peserta; (3) Tim IbM mensosialisakan konsep, tujuan dan teknik pelaksanaan kegiatan IbM kepada masyarakat; (4) Pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan teknik demonstrasi dan praktik; (5) Peserta memiliki pemahaman dan keterampilan yang cukup baik dalam membuat Nata de Soya dan minuman kemasan; (6) Peserta telah menghasilkan Nata de Soya dengan ketebalan ± 2 cm, warna putih dan tekstur kenyal; (7) Peserta telah menghasilkan minuman kemasan berbahan Nata de Soya yang enak dikonsumsi.

Keywords

pengrajin tahu, entrepreneurship

Full Text:

PDF

References

JPNN Mobile app. 2012. Murid SD Terpaksa Mengalah Karena Limbah Tahu. Diakses tanggal 15 Mei 2016

Kee, L.H.2002. The Living Science. Singapore : Pearson Education Asia Pte. Ltd. Sarjoko, 1991. Bioteknologi : Latar belakang beberapa penerapannya. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Kota Mataram. 2015. Kota Mataram Miliki Pusat Kuliner Olahan Tahu. Mataram. Humas Pemkot Mataram. Diakses tanggal 15 Mei 2016.

Margono, T., dkk., 2000. Buku Panduan Teknologi Pangan, Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation, 1993

Muh. Azhari, dkk. 2015. Pemanfaatan Limbah Cair Tahu menjadi Nata de Soya dengan Menggunakan Air Rebusan Kecambah Kacang Tanah dan Bakteri Acetobacter xylinum. Surakarta: Jurnal EKOSAINS | Vol. VII | No. 1 | Maret 2015.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.